Tuesday, 22 November 2011
Sunday, 30 October 2011
Monday, 8 August 2011
He’s not an Artist
Mrs Robinson is in her garden.
She is standing near the fence.
She is talking to her neighbour.
Her neighbour’s name is Mrs Price.
MRS ROBINSON: Good morning Mrs Price.
Can I borrow your ladder, please?
MRS PRICE: Not now, Mrs Robinson.
I can;t give it to you this afternoon.
My husband is using the ladder now.
He’s upstaris.
He’s painting.
MRS ROBINSON: Painting!
That’s a nice hobby!
MRS PRICE: Oh, it’s not his hobby, Mrs Robinson.
He doesn’t like it.
MRS ROBINSON: Is your husband painting a picture?
MRS PRICE: No, he can’t paint pictures.
He isn’t an artist.
MRS ROBINSON: What is he doing?
MRS PRICE: He’s painting the bathroom!
Thursday, 21 July 2011
In the Park
Alice and Tommy are with their mother.
They are walking in the park.
The children are tired.
Their mother is tired, too.
TOMMY: Can we sit on the grass, mum?
MOTHER: No you can’t, Tommy.
The grass is wet.
ALICE: Look, mum!
I can see a bench near that tree.
TOMMY: We can sit there.
MOTHER: No you can’t, chilren.
The banch is wet, too.
ALICE: It’s not raining, mum.
The bench isn’t wet.
MOTHER: Can you see a notice on the bench, Alice?
ALICE: Yes, I can.
MOTHER: What does that notice say?
ALICE: I can’t raed it.
Can you read the notice, Tommy?
TOMMY: I can read it.
Is says ‘Wet Paint’ !
A Good Book
Inspector Robert Jones is a detective.
He lives near a library.
He is talking to Miss Green.
Miss Green is the librarian.
INSPECTOR JONES: Good morning, Miss Green.
MISS GREEN: Good morning, Inspector.
Can I help you?
INSPECTOR JONES: Yes, you can.
I am looking for a good book.
MISS GREEN: This is a good book, Inspector.
INSPECTOR JONES: What is it?
MISS GREEN: It’s a detective story.
INSPECTOR JONES: Good! I like detective story.
What the murder’s name?
MISS GREEN: I can’t tell you that, Inspector.
I’m a librarian.
I’m not a detective!
Labels:
Question and Answer
Location:
Klaten, Indonesia
Saturday, 21 May 2011
Pelayanan Lintas Budaya
Matius 15 : 21 - 39
Pelayanan lintas budaya. Biasanya kita sulit untuk menganggap orang yang berbeda ras, bahasa, suku, dan status sosial sebagai sesama yang patut dihargai.Sayangnya, sikap salah ini telah merambah masuk juga dalam kehidupan gereja tertantu. Bagaimana sikap Tuhan dalam nas ini?
Tuhan Yesus menyembuhkan anak perempuan seorang perempuan Kanaan. Tindakan ini menunjukkan bahwa kepedulian-Nya tidak dibatasi hanya kepada suku-Nya sendiri. Percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Kanaan pada ayat 24 seakan-akan menyiratkan pelayanan Tuhan Yesus sempit. Padahal dibalik pernyataannya itu, Ia mengoreksi pandangan "sempit" para murid. Mereka beranggapan bahwa Tuhan Yesus hanya diutus kepada orang Yahudi.
Kepedulian Tuhan Yesus terhadap bangsa non-Yahudi juga ditunjukkan-Nya dengan mengunjungi wilayah utara Galilea ke desa-desa orang-orang kafir (ayat 29). Di sana Ia menyembuhkan berbagai penyakit (ayat30-31). Dan pada puncak peduli-Nya, Ia memberi makan empat ribu orang yang telah mengikuti rombongan Tuhan Yesus selama tiga hari (ayat 32-39). Perbuatan mukjizat yang pernah dibuat-Nya kepada orang-orang non-Yahudi. bagi Tuhan Yesus mereka pun domba-domba yang hilang yang perlu ditemukan, dihantar pulang, dan diselamatkan.
Setiap orang, tidak peduli suku, ras, bahasa, dan bangsa memerlukan Tuhan Y esus. Hari ini kita bisa menjadi bagian dari umat Tuhan karena ada orang yang mau mengabarkan Injil ke semua bangsa, termasuk Indonesia. Mereka rela menyebrang lautan, melintas dataran, dan meninggalkan segala sesuatu untuk menjangkau kita. Sekarang, kita pun dipercayakan Tuhan Yesus untuk menjangkau suku-suku di seluruh Indonesia yang belum mendengar Injil.
Renungkan : Tuhan ingin kita membagikan kasih penyelamatan-Nya kepada orang-orang yang kita temui. Mulailah dengan mendoakan tetangga, pembantu, teman, dan orang-orang di sekitar kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)